PENDAHULUAN
Berdasarkan laporan World Health Statistic 2009 dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa penyakit jantung dan stroke merupakan pembunuh no 1 didunia. Laporan ini juga selaras dengan hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas 2007) yang dikeluarkan pada 2008 lalu bahwa penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Indonesia.Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyakit yang mematikan. Tingkat kejadian terus meningkat setiap tahun. Persentase kematian akibat penyakit jantung koroner adalah 53 %.
Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Terdapat sekitar 36 juta penduduk atau sekitar 18% dari total penduduk Indonesia yang menderita kelainan lemak darah ini. Dari jumlah tersebut, 80% meninggal mendadak akibat serangan jantung, dan 50%-nya tidak menampakkan gejala sebelumnya.
EPIDEMIOLOGI
Data WHO, 17 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit jantung dan pembuluh darah di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, setiap tahunnya, 1,5 juta orang mengalami serangan jantung dan 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner,Data dari World Heart Federation, baik wanita maupun pria memiliki risiko yang sama terhadap risiko penyakit jantung. Di dunia hampir sekitar 8,5 juta wanita meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung.
Data dari RS Harapan Kita ternyata pasien penderita Penyakit Jantung Koroner baik yang rawat jalan maupun rawat inap terjadi pengingkatan 10% setiap tahun. Bahkan dalam setahun terdapat 500 orang pasien bedah jantung.
PENGERTIAN
Penyakit jantung koroner yaitu penyakit pada pembuluh darah arteri koroner jantung, di mana arteri/pembuluh darah tersebut menjadi lebih keras dan sempit (aterosklerosis) sehingga menyebabkan aliran darah ke otot jantung berkurang.Penyempitan ini disebabkan oleh adanya tumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang disebut plak. Terdapat dua macam plak yaitu plak stabil dan plak tidak stabil (rapuh). Ukuran dari plak semakin lama akan semakin besar, sehingga aliran darah dan suplai oksigen ke otot jantung berkurang. Keadaan ini menyebabkan nyeri pada dada (angina) dan serangan jantung.
[IMG]http://i1078.photobucket.com/albums/w487/cakgyo/pembuluhdarah.jpg[/IMG]Serangan jantung akan terjadi bila plak menutupi sebagian besar dinding pembuluh darah arteri sehingga jantung benar-benar kurang mendapatkan darah yang kaya akan oksigen. Keadaan ini dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel otot jantung yang bersifat permanen. Bila darah tidak mengalir sama sekali karena arteri koroner tersumbat, penderita dapat mengalami serangan jantung yang mematikan. Serangan jantung tersebut dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika sedang beristirahat.
SEPUTAR KERJA JANTUNG
Jantung merupakan pompa yang bertugas mengalirkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Ukuran jantung hanya segenggam tangan kiri kita. Tetapi tugasnya sangat berat, karena harus memompakan aliran darah ke seluruh pembuluh darah.GEJALA SERANGAN JANTUNG
Gejala-gejala ini untuk setiap orang biasa berbeda antara lain berupa :- Rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada
- Nyeri dada kiri. Nyeri seperti ditekan benda berat, dada terasa penuh, dada seperti terbakar selama 30 detik sampai 5 menit. Nyeri ini dapat menjalar ke lengan kiri, punggung, leher (seperti tercekik), dan rahang
- Nyeri ulu hati sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan.
- Rasa sesak nafas yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut.
- Keluar keringat dingin dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat.
- Mual dan muntah, pusing bahkan bisa sampai pingsan.
- Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah.
- Jantung berdebar-debar
- Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal saat berolahraga
- Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER
Semakin banyak mempunyai faktor risiko, semakin tinggi risiko seseorang mengalami penyakit jantung koroner. Pengontrolan faktor risiko yang baik dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Beberapa faktor risiko tersebut adalah :- Memasuki usia 45 tahun bagi pria usia dan setelah menopause bagi wanita
- Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
- Trombosis adalah gumpalan darah pada pembuluh arteri koroner
- Kadar kolesterol yang tidak normal (Kolesterol total dan LDL tinggi sedangkan HDL rendah)
- Diabetes, terlebih bila tidak terkontrol
- Kebiasaan merokok dan minum alkohol
- Tekanan darah tinggi (bila tekanan darahnya ≥ 140/90 mmHg
- Kegemukan (overweight dan obesitas).
- Gaya hidup buruk seperti malas berolahraga, kurang aktifitas fisik, mengkonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi
- Stress
- Kurang istirahat
DETEKSI PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PERALATAN MEDIS
Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya Penyakit Jantung Koroner antar lain : ECG, Treadmill, Echokardiografi dan Angiografi Koroner (yang sering dikenal sebagai Kateterisasi).Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung dengan tingkat ketepatan 40%. Kemudian bila dianggap perlu akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Treadmill atau Echokardiografi. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Angiografi Koroner (Kateterisasi) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi (99 - 100%) untuk memastikan apakah mempunyai Penyakit Jantung koroner.